Friday, September 21, 2012

Twitter's tweet

Bagi saya kegunaan utama internet adalah untuk membuka wawasan dengan segala kemudahan dan kecepatannya. Informasi seperti air yang mengalir kepada siapa pun yang membuka keran yang tepat. Tapi rupanya secara tidak sadar internet juga membangun ideal-ideal sosial tertentu karena hampir semuanya terbuka begitu saja. Oke, ini bukan esai tentang psikologi digital saya hanya ingin berbagi opini :p

Sebenarnya sudah lama saya menyadari adanya kecendrungan ini tapi tidak benar-benar memperhatikan sampai saya menemukan sebuah akun twitter yang memiliki nama yang sama dengan salah seorang sahabat saya dan mencantumkan alma mater saya sebagai sekolahnya. Awalnya saya kira   ini sebuah kebetulan yang menarik, until I realized few small inept slips. Bukan cuma tentang sekolah tapi hal-hal familiar lainnya.

Saya jadi penasaran.

Setelah buka-buka sana sini, lihat ini itu ala detektif :p akhirnya saya sadar bahwa akun tadi palsu. Si user tidak nyata. Tapi tidak berhenti disitu, ada 9 akun palsu lainnya yang saling nyambung. Ini seperti permainan roleplay tentang sebuah sekolah internasional dan anak-anaknya yang sama sekali tidak seperti alma mater saya. The things are just not right.

Akhirnya saya sadar ini adalah sebuah idealisme si pemilik semua akun itu. Ya sudahlah, memang bagi sebagian orang Jakarta ada sekelompok hal tertentu yang membentuk kehidupan sosial kita (please note: not 'supports' but 'moulds' the social life). Rupanya Blackberry, iPhone, dan mobil adalah sebagian dari kelompok itu. Bukan hanya apa yang kita miliki tapi juga di mana kita sekolah dan tinggal. Dari kacamata tertentu seperti konstruksi sosial hedonis yang menilai semuanya dari kemampuan untuk membeli sesuatu.

Saya tidak menyalahkan si pemilik akun-akun itu, internet memang membuka wawasan tentang apa pun yang kita ingin tahu termasuk tentang kehidupan sosial tertentu yang mungkin terlihat 'lebih'. Tapi mungkin lain kali jangan memakai nama sahabat saya, mencantumkan alma mater saya dan di angkatan yang sama dengan adik saya. That, in a very subtle way, creeps me out.

--

On the side note, saya akhirnya berhasil sampai di studio bikram lagi setelah 2 bulan absen. Sekarang semua sakit dan saya hutang karena kemarin lupa bawa dompet :p