Sunday, November 11, 2012

Tanah

Sejak kecil saya sering mengunjungi tempat peristirahatan terakhir mereka yang selalu direnungkan di setiap upacara bendera. Hanya ada dua tempat wajib yang selalu kami datangi, tapi diantaranya ada banyak sekali topi-topi berlapis timah yang tanpa nama bertaburkan bunga kamboja putih dari beberapa pohon yang tumbuh di sekitarnya. Seakan tidak ada yang tersisa lagi. Sendu, hanya sendu. Mungkin karena itu bagian dari upacara bendera yang paling saya sukai adalah merenungkan jasa para pahlawan. Saya yakin saya dulu tidak begitu mengerti arti sesungguhnya dari apa yang mereka lakukan untuk bangsa ini. Tentu saja saya tahu mereka telah melakukan sesuatu yang baik dan besar sehingga selalu diingat jasanya. Saya selalu mengisi perenungan dengan doa, untuk mereka yang telah berjasa dan berkorban.

Sampai kemarin ketika saya mengikuti Upacara Peringatan Sumpah Pemuda di KBRI. Saya sadar sudah lama saya melupakan mereka yang beristirahat di Kalibata, mereka yang hanya meninggalkan jasa bahkan nama pun ikut terbawa kembali ke tanah. Sejak kecil saya sudah disodorkan berbagai cerita lama, dinamika jaman perjuangan, bukan yang penuh dengan tumpah darah dan kebanggaan seperti di buku sejarah sekolah tapi yang penuh dengan cita-cita, harapan, dan kesenduan sebuah keluarga yang ikut serta dalam samudra perjuangan. Sebagian dari bangsa ini dibentuk dari semua yang telah dilakukan oleh mereka yang beristirahat di Kalibata. Segala jerih payah yang sekarang hanya bisa dijamah oleh kalimat dan kenangan.

Untuk mereka yang telah berupaya demi Indonesia yang lebih baik,
Untuk semua nama yang terhapus waktu,
Untuk Eyang Kakung dan Putri,



Selamat Hari Pahlawan


Doa akan selalu menyertai, semoga dapat beristirahat dengan tenang.

0 comments:

Post a Comment