Wednesday, December 26, 2012

Pertemanan dunia maya

Barusan nostalgi(l)a dengan si blog lama, sekalian cek daftar blogger yang masih aktif untuk ditaro di blog yang ini. uh oh, surprising. Hampir semuanya tidak aktif; dihapus, privated, atau berhenti diupdate sejak minimal setahun lalu :o ternyata saya bukan satu-satunya yang vakum nge-blog ya? Salut untuk yang tetap rajin update sampai sekarang!

Ngomong-ngomong soal nostalgia dengan internet, saya punya lingkaran pertemanan dunia maya. Sekitar tahun 2003/2004 internet mulai menjadi barang umum. Saya sih ngga ikutan gegap MIRC (mungkin terlalu kecil untuk mengerti cara pakenya waktu itu) tapi saya aktif di beberapa mailing list, blog, social networking sites dan forum. I was such a perfect definition of internet nerd, don't get me wrong tho, I had real friends too! :p

Semuanya berawal sekitar tahun 2004 dari milis pembaca Sitta Karina (one of the most aspiring Indonesian teen-lit writers ever, really). Interaksi dari email pembaca pun berlanjut ke Friendster (the hippest site ever you knoh back in the day) dan blog. Semuanya suka menulis kegiatan sehari-hari mereka di blog dan membaca tulisan yang lainnya. Terus berlanjut seperti itu selama bertahun-tahun. Lucunya untuk 3 tahun pertama, walaupun kita semua tinggal di kota yang sama, kita tidak pernah berlanjut ke 'kopi darat'. Mungkin waktu itu semuanya masih terlalu kecil untuk pergi sendiri bertemu dengan 'orang-orang asing'. Apalagi waktu itu isu penculikan melalui internet juga mulai santer dimana-mana.

Akhirnya tahun 2007 saya bertemu langsung dengan dua dari mereka di acara peluncuran buku Sitta Karina. Tidak ngobrol banyak dan sedikit canggung--rasanya benar-benar aneh. Padahal bisa dibilang saya merasa dekat dengan mereka, mungkin karena selalu membaca apa yang mereka tulis dan ungkapkan di blog masing-masing. Saya merasa saya dapat mengerti perasaan dan pemikiran mereka. Secara tidak sadar kita tumbuh bersama-sama.

Mungkin ini sesuatu yang hanya terjadi di angkatan saya karena sekarang situs-situs jejaring sosial sudah lebih jauh menembus area pribadi dibanding dulu. I mean really, the overly public facebook and the short but intense intimacy of twitter--most Indonesians are now familiar with them. Sometimes they're just overrated and too much /okay I'll stop my anti social rant lol/

Setelah itu tahun-tahun lewat begitu saja, masing-masing masih rajin menulis blog dan kadang saling sms. Saya sempat membuat 2 majalah online dengan beberapa dari mereka. Lalu datang jaman Blackberry dan Twitter. Saya merasa menjadi lebih dekat dalam konteks yang berbeda. Karena hampir semuanya banci twitter :p saya menjadi lebih familiar dengan kegiatan sehari-hari mereka tapi tidak sedalam kalau saya membaca tulisan-tulisan mereka di blog. Bukan sesuatu yang buruk kok cuma beda saja. It is inevitable anyway. Eh kalo dilihat-lihat ini kayak potret anak Jakarta yang lahir di awal tahun 90an banget :j

Setelah saya pindah ke Canberra, beberapa kali mereka kopi darat tapi sampai hari ini saya belum pernah bertemu dengan semuanya (cuma sempat ketemu sama salah satu dari mereka tahun lalu) ditambah lagi saya sempat 'timbul-tenggelam' karena nyaris tidak ada keinginan untuk menulis sama sekali 3 tahun terakhir. Lucu ya, padahal mereka termasuk teman-teman terlama saya. Sebenarnya post panjang ini cuma untuk mendokumentasikan pertemanan dunia maya yang unik ini haha nah, I don't want to mention names, but you do know don't you? :)


Someday, maybe someday, I'll have our little first meeting and reunion, both in the same time :)

0 comments:

Post a Comment