Friday, May 24, 2013

[Project Tatooine] #5 Jai dari Flobamora!




Di bagian benak saya yang paling belakang, saya selalu merasa bukan seseorang yang suka tampil di depan. Performing arts adalah sesuatu yang sudah lama sekali tidak saya lakukan dan jelas bukan bagian dari hobi saya. Menyanyi? Saya masih kebayang-bayang waktu kelas 5 SD pernah dikeluarkan dari tim paduan suara sekolah karena suara saya sumbang. Bermain musik? Terakhir saya tampil dengan biola sewaktu masih SMP dan berhenti total ketika harus menghadapi ujian IB sewaktu SMA. Menari? Hmmmmm.. hahaha sudah ngga ingat lagi kapan terakhir. Tapi lama tinggal di Canberra, saya menjadi lebih tertarik dengan budaya saya sendiri, salah satunya dengan kebiasaan baru saya untuk memakai kain-kain dari seluruh nusantara untuk pakaian sehari-hari. Mungkin karena itu juga ketika saya diajak untuk ikut menari Jai, tarian tradisional dari Pulau Flores, saya langsung setuju.



Seumur hidup saya hanya pernah mempelajari tarian Jawa dan Bali (mungkin pernah Sulawesi sedikit, tapi sudah tidak ingat lagi) makanya tarian Indonesia timur menjadi sangat menarik.  Setelah latihan beberapa kali jadilah saya ikut tampil pada acara Warung Konsuler yang diadakan oleh KBRI Canberra. Acara ini ditujukan untuk para orang Indonesia yang baru datang di Canberra dan ingin mengurus administrasi kekonsuleran seperti lapor diri, menerjemahkan SIM, dan lainnya. Sebenarnya yang paling saya sukai dari pengalaman ini adalah kesempatan untuk memakai baju tradisional Flobamora yang dimiliki oleh seorang Indonesia yang sudah lama tinggal di Australia. Selain itu saya juga merasa ikut berpatisipasi dalam gerakan diaspora budaya Indonesia, walaupun dalam lingkup yang sangat kecil dan terbatas J


All Photos by Betsy Phillips



Why is this a special part of Project Tatooine?
What an interesting experience of exploring one of the cultural gems of East Indonesia.

0 comments:

Post a Comment